Tidak Mimpi Jadi Penulis

Sejak dua tahun ini saya mencari peluang dan kesempatan baru mengisi hari-hari saya kedepan.
Karena hampir 27 tahun menjadi dosen PNS yang diperbantukan di perguruan tinggi swasta seolah membuat diri saya tidak berkembang. Karier saya sudah mentok. Diusia dimana umumnya teman-teman saya sudah pensiun, saya masih harus mengabdi menunggu masa pensiun. Itupun kalau umur saya mencapai 65 tahun.

Mencari pekerjaan baru dan mulai lagi dari nol jelas bukan pilihan.
Sekolah lagi ke jenjang doktoral seperti yang seharusnya dilakukan oleh dosen-dosen lain juga bukan pilihan saya.
Rasanya saya akan membuang waktu dan menyiksa diri saja.
Pensiun dinipun saya belum berani, karena saya masih membutuhkan gaji.

Pada suatu hari saya membaca di utas jejaring sosial Ibu-ibu Doyan Nulis - Interaktif yang baru dua bulan saya ikuti.
Ada ajakan untuk mengikuti Sekolah Perempuan dengan syarat-syarat:
1. Perempuan ---- berbagai usia
2. Perempuan, diutamakan Ibu Rumah Tangga
3. Komitmen dan disiplin mengikuti kegiatan belajar selama 3 bulan, 1 minggu sekali setiap hari Sabtu (Tersedia kelas pagi, siang, sore, dan malam)
4. Mengisi form dan membayar biaya sekolah 1 juta untuk 3 bulan.
5. memiliki laptop sendiri *selama belajar, tersedia wifi
6. Untuk yang berprestasi langsung disalurkan oleh Indscript Copywriting untuk berbagai kebutuhan pasar penulisan*
7. Bersedia mengikuti aturan yang ditetapkan
8. Berkeinginan kuat untuk MEWUJUDKAN MIMPI menjadi PENULIS

Kelas Sekolah Perempuan seperti jawaban Allah SWT atas doa-doa saya sebelumnya.
Walaupun saya belum tahu akan menulis apa. Bahkan mimpipun tidak untuk menjadi penulis.
Kalaupun saya tidak cocok menjadi penulis, mudah-mudahan saya bisa terlibat dibidang lain yang berkaitan dengan penulisan.
Seperti di point (6), siapa tahu copywriter atau layout?
Pokoknya saya bisa mendapatkan penghasilan, dengan demikian saya bisa pensiun sebagai dosen.

Padawaktu saya hadir diacara launching Sekolah Perempuan, tanggal 17 Agustus 2013, di rumah Ibu Indari Mastuti.
Saya menyimak diagram gelembung di papan tulis, bahwa Sekolah Perempuan akan mengarahkan pesertanya menjadi Penulis.

Penulis?
Disana tertera, buku-copywriter-biografi dan lain-lain.
Jadi kami calon peserta Sekolah Perempuan akan diarahkan menjadi Penulis Buku.

Buku apa?
Kemudian dari hasil bincang-bincang dengan sesama calon peserta, banyak teman-teman baru saya yang ternyata sudah punya sesuatu yang akan diangkat sebagai bahan tulisan.



Ada Teh Arlyn yang ingin membuat buku tentang Rajutan.
Lalu ada Teh Nina yang tulisan-tulisan antologinya sudah sering dimuat.
Lalu ada ibu Retno yang kumpulan calon novelnya sudah banyak. Walaupun masih ditulis tangan.
Tetapi ada Teh Yessi yang belum memutuskan, karena idenya banyak.

Berhari-hari saya memutar otak, bingung memikirkan tema yang tepat akan saya tulis nantinya.
Blog yang saya miliki sejak 2006, hanya berkisah tentang murid-murid piano dan suka-duka sebagai guru piano.
Atau blog pribadi yang memuat suka-duka saya merawat keluarga kecil saya dengan anak-anak menjelang dewasa.
Atau blog jalan-jalan bersama teman-teman seangkatan ke beberapa negara dengan biaya minimal. Walaupun blog tersebut kurang terawat.

Satu-satunya buku yang pernah saya buat bersama teman-teman adalah buku tentang arsitek F.Silaban - Konsep dan Karya, diterbitkan oleh "Nova", tahun 1995. Itupun penerbitnya sudah tutup.

Rasanya tidak ada yang istimewa tentang segala sesuatu tentang diri saya.
Saya bukan motivator, apalagi inspirator.

Memasak hanya memasak untuk keluarga. Seringkali hanya cemplang-cemplung yang kombinasi menunya tidak nyambung.
Pernak-pernik kerajinan tangan dan jahit-menjahit hanya sebatas hobby, bukan kreator yang layak untuk dibuat buku.

Kelas akan dimulai Sabtu, 24 Agustus 2013.

Dan saya belum punya tema apapun.
Diberdayakan oleh Blogger.